Sistem kelistrikan pada Kapal Laut

Sistem listrik dalam kapal merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhaitkan dan saat pembuatan kapal kita harus benar-benar memperhitungkan sistem kelistrikan yang ada di dalam kapal, dalam Sistem Kelistrikan kapal khususnya untuk kapal perikanan, dan secara garis besar dapat kita bedakan menjadi dua bagian, yaitu :

A.) Kelistrikan arus searah (DC), dan

B.) Kelistrikan arus bolak balik (AC)

Dalam kelisitrikan kapal perikanan yang tidak memiliki sumber tegangan listrik sendiri atau biasa disebut dengan Generator, akan menggunakan accu sebagai sumber tegangannya dan menggunakan istilah “Kelistrikan arus searah”. Pada kelistrikan arus searah terdiri dari :

  1. Accu : sebagai penyimpan arus dan sumber tegangan
  2. Alternator : sebagai alat pengisi accu
  3. Motor stater : sebagai alat penggerak awal mesin
  4. Instalasi listrik penerangan, alat-alat pemakai arus
  5. SISTEM KELISTRIKAN ARUS SEARAH (DC)

Sistem hubungan kelistrikan arus searah. Saat kelistrikan arus searah kita operasikan, maka akan terjadi perubahan data atau tenaga yaitu tenaga listrik menjadi tenaga mekanik ataupun sebaliknya. Dari sumber tegangan accu ke motor starter terjadi perubahan tenaga listrik menjadi tenaga mekanik untuk menggerakan awal mesin. Dari mesin penggerak ke alternator terjadi perubahan tenaga mekanik (untuk memutar alternator) menjadi tenaga listrik untuk mengisi accu. Disamping untuk menggerakan motor starter sebagai penggerak awal mesin, accu juga digunakan untuk instalasi penerangan, atau lampu-lampu navigasi kapal serta dapat juga digunakan untuk catu daya alat-alat navigasi elektronik dan radio komunikasi.

Sebuah generator tetap membutuhkan mesin penggerak (Prime Mover) sehingga secara utuh kita sebut sebagai Generator Set (GEN-SET). Karena untuk menjalankan awal mesin diperlukan motor starter maka accu dan alternator kita perlukan.

  1. SISTEM KELISTRIKAN ARUS BOLAK – BALIK (AC)

Untuk kelistrikan kapal perikanan yang sudah dilengkapi dengan pembangkit listrik atau generator, maka sumber tegangan untuk instalasi penerangan dan alat-alat pemakai tidak lagi mengambil dari accu tetapi mengambil dari generator dan kita gunakan istilah “Kelistrikan Arus Bolak Balik”.

Sistem kelistrikan arus bolak balik terdiri dari :

  • Accu : sebagai penyimpan arus dan sumber tegangan
  • Alternator : sebagai alat pengisi accu hubungan kelistrikan
  • Motor stater : sebagai alat penggerak awal mesin
  • Generator : sebagai pembangkit listrik arus bolak balik
  • Instalasi listrik penerangan, alat-alat pemakai arus.

Saat kelistrikan arus bolak balik kita operasikan akan terjadi :

  1. Dari accu ke motor starter terjadi perubahan tenaga listrik arus searah menjadi tenaga mekanik untuk menggerakan awal mesin.
  2. Dari penggerak ke alternator terjadi perubahan tenaga mekanik untuk memutar alternator menjadi tenaga listrik arus searah untuk mengisi accu.
  3. Dari mesin penggerak ke generator terjadi perubahan tenaga mekanik untuk memutar generator menjadi tenaga listrik arus bolak balik untuk instalasi penerangan dan alat-alat pemakai arus.Untuk kapal-kapal yang besar, kedua sistim kelistrikan kita gunakan, dimana untuk kelistrikan arus searah digunakan sebagai instalasi penerangan darurat, pada saat terjadi gangguan atau kerusakan pada generator. Sekian artikel pada pembahasan sistem kelistrikan, nantikan kelanjutan artikel yang lainnya.

Leave a Reply