http://192.168.1.4/smkpws/wp-content/uploads/2017/11/42-2.jpg

Selepas lulus SMP dari kota kecil di Boyolali lereng merapi saya merantau ke semarang,
alkahmdulillah atas izin Allah bisa keterima di SMK Negeri di Semarang yang pendaftarnya ribuan
padahal saya sudah terlambat datang test seleksi karena perjalanan naik bus 3 jam lebih sampai lokasi
test seleksi siswa baru.


Setelah keterima sekolah saya diberi tantangan harus harus berani maju setiap ada permintaan guru
mengerjakan sesuatu didepan kelas, jika tidak berani maka tidak akan dibayari SPPnya, karena
terpaksa mau tidak mau saya beranikan diri dan itu adalah pembelajaran mental pertamakali masuk
kota Semarang. Alkhamdulillah saya sangat bersyukur mempunya saudara-saudara yang perhatian
dan memberi semangat terus untuk berkarya. Jarak sekolah dengan kontrakan sekitar 7 kilometer
harus jalan kaki setiap hari karena tidak punya biaya untuk membayar naik angkutan dengan penuh
semangat berangkat sekolah jalan kaki melalui jalur tembus walaupun kadang terlambat sekolah dan
ketemu dengan guru piket dan diberi pilihan anda mau lanjut masuk kelas sekarang lepas baju push-
up 25 kali atau balik pulang tdk masuk sekolah, karena semangat untuk sekolah tidak masalah push-
up 25 kali dan masuk kelas.


Seragam masih menggunakan bekas 3 tahun dari kakak warnanyapun sudah pudar sangat berbeda
dengans eragam baru yg dibagikan kain, saya belum bisa menjahitkan karena belum memmpunyai
ongkos jahit. Alkhamdulillah setelah empat bulan bisa menjahitkan baju baru dan bisa memakai
seragam baru seperti temen sekelas lainnya.


Tahun pertama saya jualan koran sore hari, hari pertama jualan tidak laku sampai-sampai 1 koran
saya beli sendiri dan saya baca untuk mendapatkan kepercayaan dari pemimpin agen bahawa saya
mampu berjualan. Dua tahun berlalu berangkat sekolah jalan kaki alkhamdulillah dengan tabuangan
seadanya bisa membeli sepeda seharga Rp.24.000,-. sehingga mulai hari tersebut saya sudah bisa naik
sepeda onthel saat pulang dan berangkat sekolah.


Kemampuan belajar sudah mulai bisa diterapkan kami membuka praktek reparasi Jam,Radio,Tape,TV
dengan segala resiko yang ada mulai komponen terbakar, baut sisa, dan lain sebagainya sudah saya
alami. Lama kelamaan kepercayaan masyarakat bertambah sehingga tempat praktek saya semakin
ramai, setelah lulus sekolah saya keterima kerja di SONY INDONESIA sebagai teknisi. Bekerja 4 tahun
melanjutkan kuliah, Alkhamdulillah usaha semakin maju dan bisa me,bimbing banyak karyawan.


Terimakasih pada Allah Tuhan Semesta Alam semua itu atas Izin-Mu, kepada orang tua yang selalu
mendoakan kelancaran, kakak-kakku yang selalu membimbing dalam perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *